Perjalanan ini diterik panasnya jiwa...
puing-puingpun bergerak berserakan...
Tatapan mataku seperti hamparan udara...
seperti lapangan berduri...
Airpun menetes dipipiku tersayang
Dari salah satu bola mataku yang kanan
Adakah yang gemuruh gemuruh seperti ombak
Terhempas dan ditelan oleh terapan angin
Oh...Oh...
Tuhan Apakah gerangan yang terjadi
Mungkin alam sudah tak bersahabat lagi
Tuhan tolonglah jawab kepada kami
Derai denta jalanan yang berduri
Tuhan lindungi hamba yang lemah ini
Agar tak menginjak jalanan berduri
Melalui rintangan yang akan terjadi
ku harus bagaimana menjalani
Siang dan malam ku bermimpi
sampai bertemu pagi
ku sadarkan diriku mengingatmu
Oleh Mutia Solihat dkk...
@MutiaSolihat
Pengikut
Jumat, 01 Maret 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
[11:30, 3/1/2019] Beryl Ak 1: Daun Mihrimah Anginpun meniup kencang daun-daunku Membawa rasa kesialan yang begitu indah Dahan-d...
-
Prakariya SMK Al-Irsyad Jakarta. Foto:Nurwahidah SMKALIRSYAD-Jakarta. Sari dkk berbangga bisa menyaksikan kariya tangan mereka yang simp...
-
Tak bisa disangka ternyata limbah bekas sedotan dan ampas pensil dapat disulap menjadi bunga mawar yang indah. Aku senang bisa membuat p...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar