"Perjuangan Meski Bersama"
Perjuangan itu penting. Perjuangan itu proses ingin mencapai sesuatu dengan penuh perhatian dan curahan tenaga untuk menggapai maksud dan tujuan. Meski perjuangan itu melelahkan, bahkan sangat melelahkan, begitu kata sebagian orang. Namun jika perjuangan itu bisa mencapai pucuknya, jika perjuangan itu sudah mulai terlihat hasilnya, sudah mulai tampak depan mata, sang pejuang merasakan kebahagiaan dan betapa manisnya yang dirasakan dari perjuangan yang dia lakukan. Yang paling besar dan mengesankan itu, ada hal yang membatin yang tak bisa orang lain rasakan, sebab rasa tak pernah bisa didapatkan lewat cerita dan riwayat. Karena tak bisa sampai.
Banyak kisah dan cerita yang telah kita tahu. Betapa banayak para pejuang yang berhasil memperjuangkan apa yang diperjuangkannya. Nabi Muhammad Saw yang berhasil memperjuangkan agama Islam, bahkan deretan nabi-nabi terdahulu perjuangan mereka dikenal dan dicatat dalam tinta emas sejarah. Begitupun manusaia modern bahkan sampai generasi millenea sekarang, mereka mengakui ada kebahagiaan tak ternilai dari masing-masing perjuangan mrereka.
Di dalam medan perjuangan tak mungkin kita bisa berjuang sendiri, tentu ada pihak-pihak yang mendorong kita untuk berjuang, bahkan tak sedikit dari mereka yang mampu mengantarkan kita untuk menggapai puncak perjuangan kita. Salah satu contoh, rakyat Indonesia tak mungkin bisa mengusir penjajah tanpa ulama, santri, barisan laskar jihad, para penganjur dan ahli politik yang mengatur strategis untuk sampai pada kemerdekaan. Ke-semuanya tak mugkin dengan sendiri, semua butuh kersama dan perlu gandeng tangan, bahu membahu tanpa duduk pangku tangan.
Pada konteks perjuangan seperti ini, kita juga meski open mind bahwa jika kita telisik tidak ada memang keberhasilan dalam perjuangan tanpa kebersamaan, tanpa berjamaah, kalau dalam islam. Mengapa? mungkin salah satu alasannya, ma'al jamaah rahmah (bersama jamaah ada rahmat) wal firqatu adzaabun (dan berpedaan ada adzab). Mungkin juga ada pada keyakinan lainnya, pasti ada. Sebab pada setiap credo punya itu.
Jika term di atas diterapkan di sekolah, mungkin bisa. Tetapi kita tidak boleh pesimis. Kita yakin bisa. Tentu dengan hati dan tekad yang sama, merencanakannya dengan baik, melakukannya dengan baik dan mengevaluasinya dengan baik pula. Yang kita maksudkan adalah kita bisa mengarahkan peserta didik dan siswa kita untuk bisa sedikit demi sedikit untuk berubah. Tentu ke-arah yang baik yang kita inginkan. Sebab mereka makhluk paedagogik, makhluk yang dapat didik dan dapat mendidik, salah satu point penting pada pembahsan perkembangan peserta didik. Juga jika bertolak pada teorinya John Luck, teori tabularasa, meja lilin yang putih, tergantung kita mau menyimpan apa di atasnya. Mari bekerjasama demi kemajuan yang besar...
Juraidin Alirsyad
Pengikut
Langganan:
Komentar (Atom)
[11:30, 3/1/2019] Beryl Ak 1: Daun Mihrimah Anginpun meniup kencang daun-daunku Membawa rasa kesialan yang begitu indah Dahan-d...
-
Prakariya SMK Al-Irsyad Jakarta. Foto:Nurwahidah SMKALIRSYAD-Jakarta. Sari dkk berbangga bisa menyaksikan kariya tangan mereka yang simp...
-
Tak bisa disangka ternyata limbah bekas sedotan dan ampas pensil dapat disulap menjadi bunga mawar yang indah. Aku senang bisa membuat p...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar