Pengikut

Jumat, 01 Maret 2019


[11:30, 3/1/2019] Beryl Ak 1: Daun

Mihrimah

Anginpun meniup kencang daun-daunku
Membawa rasa kesialan yang begitu indah
Dahan-dahan ku mulai bergoyang penuh keraguan
Tanpa sadar, salah satu daunku jatuh
Menyentuh dasar tanah kepalsuan
Yang dilingkupi ketamakan
Anginpun tertawa dalam kesialan
Diapun tak mengerti apakah itu benar atau Salah

Jakarta, 19 February 2019
[11:30, 3/1/2019] Beryl Ak 1: Mihrimah

(Untuk umar & kayantri)

Lautan yang dulu telah suram
Sekarang, kembali berseri dan berkilau
Tenang dan menawan
Indah dan menarik
Sejarah dan masa depan
Lautan yakin dewa-dewinya akan menjaganya
Lautan yang dulu tenang dengan kedalaman wajah palsu yang sudah menyatu
Akhirnya pun sang dewa membawa badai untuk memaksa membuka dan menghancurkan wajah palsu lautan
Dia mengobrak-abrik, membokar rahasia lautan
Dan tak lupa dengan sang dewi yang penuh kasih sayang pengendali lautan dan sahabat laut itu membantu membuka wajah palsu itu perlahan-lahan
Lautan pun menjadi hidup dan berseri
Lautan pun berkata " Terimakasih "
Sang dewipun berkata " kau tahu harus kemana untuk mencari kami "


Jakarta, 9 February 2019

"Jalanan Berduri"

Perjalanan ini diterik panasnya jiwa...
puing-puingpun bergerak berserakan...
Tatapan mataku seperti hamparan udara...
seperti lapangan berduri...

Airpun menetes dipipiku tersayang
Dari salah satu bola mataku yang kanan
Adakah yang gemuruh gemuruh seperti ombak
Terhempas dan ditelan oleh terapan angin

Oh...Oh...
Tuhan Apakah gerangan yang terjadi
Mungkin alam sudah tak bersahabat lagi
Tuhan tolonglah jawab kepada kami
Derai denta jalanan yang berduri

Tuhan lindungi hamba yang lemah ini
Agar tak menginjak jalanan berduri
Melalui rintangan yang akan terjadi
ku harus bagaimana menjalani

Siang dan malam ku bermimpi
sampai bertemu pagi
ku sadarkan diriku mengingatmu

Oleh Mutia Solihat dkk...
@MutiaSolihat

Rabu, 27 Februari 2019

Satu Diantara Pendidikan Karakter

siswa SMK AL-Irsyad tengah mengaji, mendengar tausiah serta berdoa bersama demi menambah keimanan dan pengetahuan tentang agama di lapangan sekolah Al-Irsyad. Foto. Nurwahidah
Sebagaimana cita-cita pemerintah yang tertuang dalam UU SISDIKNAS no.20 Tahun 2003, "ketakwaan dan akhlaqul karimah", menjadi salah satu tujuan pendidikan Nasional. Nah, dengan begitu di era yang modern ini, menjadi keniscayaan bahwa ekspresi keberagamaan memang meski dibumikan dalam kehidupan, khususnya di sekolah. Semua untuk mengurai benang kusut  tentang perbaikan manusia dan karakter generasi ke-depan. 

Kita juga  tidak bisa menafikan jika dalam kurun terakhir ini banyak isu-isu yang beredar tak sedap bahwa pendidikan agama dikurangi, bahkan dihapus dari daftar mata pelajaran nasional. Apa yang terjadi? ndak usah sinis dan pesimis, lanjut baca yuk!

Jika kita membaca dan mengetahui hal demikian secara seksama, sesungguhnya hati kita jadi sedih. Kenapa? karena bayangkan, jika seandainya pelajaran agama dan dikurangi serta dihapuskan, bagaimana nasib anak bangsa ini ke-depan? bagaimana dengan perilaku mereka? bagaimana dengan akhlak mereka?  bagaimana dengan ketakwaan mereka? bagaimana hubungan mereka dengan guru? bagaimana hubungan mereka dengan siswa, bagaimana hubungan mereka dengan lingkungan mereka? bagaimana mereka bisa menjalani hidup dengan norma dan nilai yang bisa membimbing mereka menjadi manusia yang baik? bagaimana mereka dapat mempertahankan eksistensi bangsa yang diwarisi oleh para pejuang yang mayoritas beragama isilam ini ke depan? jutaan pertanyaan mungkin akan muncul jika pendidikan agama sampai dihapus.

Dalam hal ini kita mesti tegas. hal ini mungkin demi kepentingan bersama,bahkan keperluan tiap pribadi manusia, sebab agama adalah untuk segalanya (laki-laki dan perempuan, muda maupun yang tua, kaya dan miskin, rakyat maupun pejabat). Orang bisa berjuang karena agama, orang bisa berkorban karena agama bahkan maju mundurnya suatu bangsa dan negara sangat bergantung baik buruknya umat beragama yang ada dalam bangsa dan negara tersebut.

Kalau kita mau jujur, tanpa berpikir liberal dan ateis, sejatinya fitrah manusia tidak bisa lepas dari agama. Mungkin manusia bisa lepas dari busana;baju dan celana yang ia pakai, tapi belum tentu manusia bisa melpaskan fitrah agama yang sudah mereka bawa masing-masing dari alam ruh. Meski ini dialamatkan pada pandangan satu arah, yaitu dari Islam saja. Kita juga kadang harus open mind (meluruskan akal), bahwa manusia membutuhkan agama untuk jiwanya seperti manusia membutuhkan makanan untuk raganya.

Ada banyak referensi yang kita bisa jadikan dalil bahwa kita sangat butuh pada agama, semuanya dapat kita akses dari mana saja;entah dari buku, dari surat kabar, media, apalagi sekarang semua sangat gampang, dari mana saja kita dapat meng-updet dengan nge-goegle, karena dari sini banyak tersedia semua jenis informasi yang kita butuhkan.

Bagi saya pribadi, agama itu semacam kompas kehidupan yang bisa menunjuk saya kepada titik yang benar dan membawa kepada keyakinan yang benar. Terutama soal ketuhanan. Allah, maksud saya. Juga bagi saya yang amat penting, beragama dapat membuat saya mampu menata potensi pikiran dan akal yang saya miliki (order of mind). Dari sinilah mungkin hal-hal terkecil dalam kehihupan kita bisa terlaksana dan berjalan dengan baik. Bagi saya kebaikan meski dengan kebenaran, dan kebenaran harus membuahkan yang baik-baik. Tentu mungkin semua dengan melewati jalan yang panjang dan proses yang tidak instan. Kan, sudah menjadi sunnatullah bahwa yang baik itu jika ingin menjadi yang terbaik harus di uji dulu. Semoga...

Juraidin 
Pengajar di SMK Al-Irsyad Jakarta




Selasa, 26 Februari 2019

semangat menggalang dana untuk korban gempa lombok NTB. Terkumpul Rp.4.500.00. Foto: siswa Al-Irsyad

presentasi hasil kariya pada mata pelajaran prakariya. Foto: Nurwahidah

presentasi hasil kariya tangan dan sinergi antara kelompok pada mata pelajaran prakariya. Foto: Nurwahidah

hasil kariya tangan pada mata pelajaran prakariya. Foto: siswa Al-Irsyad

semangat hari qurban di depan musolah Al-Irsyad Jakarta.Foto: siswa SMK Al-Irsyad

semangat dengan tak lelah dalam menggalang dana demi saudara yang terkena gempa Lombok NTB. Foto: siswa SMK Al-Irsyad


Senin, 25 Februari 2019

Melek Literasi ala Jamkrindo Indonesia dan Balai Pustaka Nasional

saat serah terima taman bacaan dari Jamkrindo Indonesia, PT Balai Pustaka untuk SMK AL-IRSYAD JAKARTA.Foto: Balai Pustaka
SMK AL-IRSYAD. Jakarta-Isu melek literasi sudah lama digaungkan pemerintah pusat. Tidak tanggung-tanggung,untuk merealisasikan term Gerakan Literasi Sekolah pemerintah membuat aturan sebagai dasar pijakan bagi sekolah untuk mengeksekusi bagaimana Gerakan Literasi Sekolah bisa diwujudkan dalam dunia sekolah.

Oleh karena itu, tidak tanggung-tanggung Jamkrindo yang bekerjasama dengan Balai Pustaka Nasional yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah dengan cekat-cekat dan tidak tanggung-tanggung mengadakan taman bacaan bagi sekolah-sekolah yang layak mendapatkan bantuan, termasuk SMK AL-IRSYAD JAKARTA.

Bantuan yang jika diangka-kan maka menggapai angka 80 juta/taman bacaan bukan sesatu yang mudah. Jika dilihat pengadaan taman bacaan,dengan ratusan judul buku yang disediakan, lemari buku, OPTIK satu paket, computer satu paket, kipas angin, poster-poster kata motivasi dan spanduk GLS menunjukan agenda GLS ini ke-depan amat besar.

Mengingat anggaran dan backup-an yang memadai dari pemerintah, semoga term GLS yang menjadi rencana dan terobosan besar pemerintah pusat, bisa diwujudkan dan dilaksanakan oleh sekolah-sekolah terkait.

Oleh karena itu, untuk menyambut dan mengapresiasi rencana dan program pemerintah, lewat gerakan GLS-nya, kami dari  tim GLS SMK AL-IRSYAD JAKARTA mulai semangat mengajak siswa kami;bukan hanya membaca, menulis, tapi yang paling penting kami selalu menekankan bahwa setiap bacaan itu menjadi kerangka pikiran dan pengetahuan yang senantiasa menjadi modal menjawab masalah-masalah yang muncul di sekolah dan di rumah. Semoga kami bisa mewujudkan GLS disekolah kami, meski dengan banyak kekurangan dan keterbasan di setiap langkah dan aktivitas kami!a.....minn!
Juraidin SMK AL-IRSYAD
Perwakilan kelas X SMK AL-Irsyad dan guru pendamping menyambut kedatangan obor ASEAN GAMES depan istana Negara ,2018. Foto:Juraidin

Rabu, 20 Februari 2019

MR. Potato ketika maasuk SMK AL-IRSYAD. Foto:Juraidin
SMKALIRSYAD-Jakarta. Pagi tadi, tepat pukul 07.00 WIB, Mr. Potato Indonesia menyambangi SMK AL-IRSYAD Jakarta. Kegiatan yang dirangkaikan dengan game dan bagi-bagi souvenir Mr. Potato berlangusng lancar dengan siswa dan beberapa guru yang ada di sekolah.
"Kegiatannya mulai 07,00 WIB sampai dengan selesai;ada game, ada bagi souvenir, ada foto bareng bersama crew Mr. Potato Indonesia" ujar Buk Nurwahidah, Kamis, (21/02/2019).

lanjut buk Nurwahidah, selain kegiatan ini, Mr. Potato Indonesia akan mengadakan lomba prakariya yang akan disaembarakan bersama sekolah SMK se-JABODETABEK. "Nanti akan diadakan lomba prakariya se-JABODETABEK yang diadakan oleh Mr. Potato, yang temanya memanfaatkan kaleng Mr.Putato untuk pembuatan pot bunga dan lain-lain. Yang masuk nominasi akan mendapatkan hadiah tour ke-Bandung bersama guru-guru, semua free" lanjut Buk Ida,sapaan akrab bagi guru yang mengampu mata pelajaran prakariya ini

Buk ida berharap akan terjalin hubungan baik dengan Mr. Potato supaya tidak bosan mengunjungi sekolah SMK Al-Irsyad ini ke-depan. "Kita akan mengutus Muti'ah dan teman-temannya untuk mengikuti saembara Ms. Potato Indonesia untuk bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang ada se-JABODETABEK".tutupnya.
Juraidin AL-IRSYAD

[11:30, 3/1/2019] Beryl Ak 1: Daun Mihrimah Anginpun meniup kencang daun-daunku Membawa rasa kesialan yang begitu indah Dahan-d...