[11:30, 3/1/2019] Beryl Ak 1: Daun
Mihrimah
Anginpun meniup kencang daun-daunku
Membawa rasa kesialan yang begitu indah
Dahan-dahan ku mulai bergoyang penuh keraguan
Tanpa sadar, salah satu daunku jatuh
Menyentuh dasar tanah kepalsuan
Yang dilingkupi ketamakan
Anginpun tertawa dalam kesialan
Diapun tak mengerti apakah itu benar atau Salah
Jakarta, 19 February 2019
[11:30, 3/1/2019] Beryl Ak 1: Mihrimah
(Untuk umar & kayantri)
Lautan yang dulu telah suram
Sekarang, kembali berseri dan berkilau
Tenang dan menawan
Indah dan menarik
Sejarah dan masa depan
Lautan yakin dewa-dewinya akan menjaganya
Lautan yang dulu tenang dengan kedalaman wajah palsu yang
sudah menyatu
Akhirnya pun sang dewa membawa badai untuk memaksa membuka
dan menghancurkan wajah palsu lautan
Dia mengobrak-abrik, membokar rahasia lautan
Dan tak lupa dengan sang dewi yang penuh kasih sayang
pengendali lautan dan sahabat laut itu membantu membuka wajah palsu itu
perlahan-lahan
Lautan pun menjadi hidup dan berseri
Lautan pun berkata " Terimakasih "
Sang dewipun berkata " kau tahu harus kemana untuk
mencari kami "
Jakarta, 9 February 2019