Pengikut

Rabu, 27 Februari 2019

Satu Diantara Pendidikan Karakter

siswa SMK AL-Irsyad tengah mengaji, mendengar tausiah serta berdoa bersama demi menambah keimanan dan pengetahuan tentang agama di lapangan sekolah Al-Irsyad. Foto. Nurwahidah
Sebagaimana cita-cita pemerintah yang tertuang dalam UU SISDIKNAS no.20 Tahun 2003, "ketakwaan dan akhlaqul karimah", menjadi salah satu tujuan pendidikan Nasional. Nah, dengan begitu di era yang modern ini, menjadi keniscayaan bahwa ekspresi keberagamaan memang meski dibumikan dalam kehidupan, khususnya di sekolah. Semua untuk mengurai benang kusut  tentang perbaikan manusia dan karakter generasi ke-depan. 

Kita juga  tidak bisa menafikan jika dalam kurun terakhir ini banyak isu-isu yang beredar tak sedap bahwa pendidikan agama dikurangi, bahkan dihapus dari daftar mata pelajaran nasional. Apa yang terjadi? ndak usah sinis dan pesimis, lanjut baca yuk!

Jika kita membaca dan mengetahui hal demikian secara seksama, sesungguhnya hati kita jadi sedih. Kenapa? karena bayangkan, jika seandainya pelajaran agama dan dikurangi serta dihapuskan, bagaimana nasib anak bangsa ini ke-depan? bagaimana dengan perilaku mereka? bagaimana dengan akhlak mereka?  bagaimana dengan ketakwaan mereka? bagaimana hubungan mereka dengan guru? bagaimana hubungan mereka dengan siswa, bagaimana hubungan mereka dengan lingkungan mereka? bagaimana mereka bisa menjalani hidup dengan norma dan nilai yang bisa membimbing mereka menjadi manusia yang baik? bagaimana mereka dapat mempertahankan eksistensi bangsa yang diwarisi oleh para pejuang yang mayoritas beragama isilam ini ke depan? jutaan pertanyaan mungkin akan muncul jika pendidikan agama sampai dihapus.

Dalam hal ini kita mesti tegas. hal ini mungkin demi kepentingan bersama,bahkan keperluan tiap pribadi manusia, sebab agama adalah untuk segalanya (laki-laki dan perempuan, muda maupun yang tua, kaya dan miskin, rakyat maupun pejabat). Orang bisa berjuang karena agama, orang bisa berkorban karena agama bahkan maju mundurnya suatu bangsa dan negara sangat bergantung baik buruknya umat beragama yang ada dalam bangsa dan negara tersebut.

Kalau kita mau jujur, tanpa berpikir liberal dan ateis, sejatinya fitrah manusia tidak bisa lepas dari agama. Mungkin manusia bisa lepas dari busana;baju dan celana yang ia pakai, tapi belum tentu manusia bisa melpaskan fitrah agama yang sudah mereka bawa masing-masing dari alam ruh. Meski ini dialamatkan pada pandangan satu arah, yaitu dari Islam saja. Kita juga kadang harus open mind (meluruskan akal), bahwa manusia membutuhkan agama untuk jiwanya seperti manusia membutuhkan makanan untuk raganya.

Ada banyak referensi yang kita bisa jadikan dalil bahwa kita sangat butuh pada agama, semuanya dapat kita akses dari mana saja;entah dari buku, dari surat kabar, media, apalagi sekarang semua sangat gampang, dari mana saja kita dapat meng-updet dengan nge-goegle, karena dari sini banyak tersedia semua jenis informasi yang kita butuhkan.

Bagi saya pribadi, agama itu semacam kompas kehidupan yang bisa menunjuk saya kepada titik yang benar dan membawa kepada keyakinan yang benar. Terutama soal ketuhanan. Allah, maksud saya. Juga bagi saya yang amat penting, beragama dapat membuat saya mampu menata potensi pikiran dan akal yang saya miliki (order of mind). Dari sinilah mungkin hal-hal terkecil dalam kehihupan kita bisa terlaksana dan berjalan dengan baik. Bagi saya kebaikan meski dengan kebenaran, dan kebenaran harus membuahkan yang baik-baik. Tentu mungkin semua dengan melewati jalan yang panjang dan proses yang tidak instan. Kan, sudah menjadi sunnatullah bahwa yang baik itu jika ingin menjadi yang terbaik harus di uji dulu. Semoga...

Juraidin 
Pengajar di SMK Al-Irsyad Jakarta




Selasa, 26 Februari 2019

semangat menggalang dana untuk korban gempa lombok NTB. Terkumpul Rp.4.500.00. Foto: siswa Al-Irsyad

presentasi hasil kariya pada mata pelajaran prakariya. Foto: Nurwahidah

presentasi hasil kariya tangan dan sinergi antara kelompok pada mata pelajaran prakariya. Foto: Nurwahidah

hasil kariya tangan pada mata pelajaran prakariya. Foto: siswa Al-Irsyad

semangat hari qurban di depan musolah Al-Irsyad Jakarta.Foto: siswa SMK Al-Irsyad

semangat dengan tak lelah dalam menggalang dana demi saudara yang terkena gempa Lombok NTB. Foto: siswa SMK Al-Irsyad


Senin, 25 Februari 2019

Melek Literasi ala Jamkrindo Indonesia dan Balai Pustaka Nasional

saat serah terima taman bacaan dari Jamkrindo Indonesia, PT Balai Pustaka untuk SMK AL-IRSYAD JAKARTA.Foto: Balai Pustaka
SMK AL-IRSYAD. Jakarta-Isu melek literasi sudah lama digaungkan pemerintah pusat. Tidak tanggung-tanggung,untuk merealisasikan term Gerakan Literasi Sekolah pemerintah membuat aturan sebagai dasar pijakan bagi sekolah untuk mengeksekusi bagaimana Gerakan Literasi Sekolah bisa diwujudkan dalam dunia sekolah.

Oleh karena itu, tidak tanggung-tanggung Jamkrindo yang bekerjasama dengan Balai Pustaka Nasional yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah dengan cekat-cekat dan tidak tanggung-tanggung mengadakan taman bacaan bagi sekolah-sekolah yang layak mendapatkan bantuan, termasuk SMK AL-IRSYAD JAKARTA.

Bantuan yang jika diangka-kan maka menggapai angka 80 juta/taman bacaan bukan sesatu yang mudah. Jika dilihat pengadaan taman bacaan,dengan ratusan judul buku yang disediakan, lemari buku, OPTIK satu paket, computer satu paket, kipas angin, poster-poster kata motivasi dan spanduk GLS menunjukan agenda GLS ini ke-depan amat besar.

Mengingat anggaran dan backup-an yang memadai dari pemerintah, semoga term GLS yang menjadi rencana dan terobosan besar pemerintah pusat, bisa diwujudkan dan dilaksanakan oleh sekolah-sekolah terkait.

Oleh karena itu, untuk menyambut dan mengapresiasi rencana dan program pemerintah, lewat gerakan GLS-nya, kami dari  tim GLS SMK AL-IRSYAD JAKARTA mulai semangat mengajak siswa kami;bukan hanya membaca, menulis, tapi yang paling penting kami selalu menekankan bahwa setiap bacaan itu menjadi kerangka pikiran dan pengetahuan yang senantiasa menjadi modal menjawab masalah-masalah yang muncul di sekolah dan di rumah. Semoga kami bisa mewujudkan GLS disekolah kami, meski dengan banyak kekurangan dan keterbasan di setiap langkah dan aktivitas kami!a.....minn!
Juraidin SMK AL-IRSYAD
Perwakilan kelas X SMK AL-Irsyad dan guru pendamping menyambut kedatangan obor ASEAN GAMES depan istana Negara ,2018. Foto:Juraidin

Rabu, 20 Februari 2019

MR. Potato ketika maasuk SMK AL-IRSYAD. Foto:Juraidin
SMKALIRSYAD-Jakarta. Pagi tadi, tepat pukul 07.00 WIB, Mr. Potato Indonesia menyambangi SMK AL-IRSYAD Jakarta. Kegiatan yang dirangkaikan dengan game dan bagi-bagi souvenir Mr. Potato berlangusng lancar dengan siswa dan beberapa guru yang ada di sekolah.
"Kegiatannya mulai 07,00 WIB sampai dengan selesai;ada game, ada bagi souvenir, ada foto bareng bersama crew Mr. Potato Indonesia" ujar Buk Nurwahidah, Kamis, (21/02/2019).

lanjut buk Nurwahidah, selain kegiatan ini, Mr. Potato Indonesia akan mengadakan lomba prakariya yang akan disaembarakan bersama sekolah SMK se-JABODETABEK. "Nanti akan diadakan lomba prakariya se-JABODETABEK yang diadakan oleh Mr. Potato, yang temanya memanfaatkan kaleng Mr.Putato untuk pembuatan pot bunga dan lain-lain. Yang masuk nominasi akan mendapatkan hadiah tour ke-Bandung bersama guru-guru, semua free" lanjut Buk Ida,sapaan akrab bagi guru yang mengampu mata pelajaran prakariya ini

Buk ida berharap akan terjalin hubungan baik dengan Mr. Potato supaya tidak bosan mengunjungi sekolah SMK Al-Irsyad ini ke-depan. "Kita akan mengutus Muti'ah dan teman-temannya untuk mengikuti saembara Ms. Potato Indonesia untuk bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang ada se-JABODETABEK".tutupnya.
Juraidin AL-IRSYAD

Biji Jagung Jadi Bintang, Nggak Percaya? bacalah!!!

Prakariya SMK Al-Irsyad Jakarta. Foto:Nurwahidah
SMKALIRSYAD-Jakarta. Sari dkk berbangga bisa menyaksikan kariya tangan mereka yang simpel, namun menampilkan keindahan dan keunikan. Poster bunga dengan potnya, pohon dengan ranting dan dedaunannya bisa dibentuk dengan muda oleh tangan mereka dalam tempo waktu yang sangat singkat. Butuh waktu 15-20 menit bunga dan potnya, pohon dengan daun rantingnya yang dibuat dari bahan dasar biji jagung dan kedelai.

Tidak hanya itu, Sari dkk juga membuat kupu-kupu, bintang dan memasang nama-nama mereka di poster dengan menggunakan biji-bijian yang ditempelkan menggunakan lem di atas kertas berwarna yang sebelumnya mereka beli.
"sebetulnya yang kami buat;bunga dengan potnya, pohon dengan tangke dan dedaunannya, bintang dan kupu-kupu yang terlihat menjadi sebuah gambar yang indah ini untuk memenuhi tugas dari buk Ida pada mata pelajaran Prakariya yang beliau ampu" ujar Sari (Kamis, 21 /2/2019).

Meski semua butuh tenaga dan kerjasama, mungkin membuat bunga dengan potnya, pohon dengan batang dan dedaunannya, serta kupu-kupu dan bintang tidak menjadi hal yang gampang.
"Semua butuh kekompakan dan kerjasama. Yang paling penting tidak egois, karena dalam membuat ini banyak tangan dan pikiran yang terlibet, banyak ide yang dituangkan dan itu harus bisa diarahkan menjadi satu ide yang akan melahirkan tampilan yang diinginkan". Tambah Buk Nurwahidah di sela-sela aktivitasnya.

Buk Nurwahida menyampaikan, selaku guru prakariya yang menyuruh dan membimbing anak-anak merasa kagum dan ada kebanggaan tersediri loh, apalagi hasilnya bisa langsung disaksikan , dipegang dan di simpan di loker dan lemari koleksi sekolah dan beliau sendiri.
"Saya senang bangat, senaang sekali" tutup buk Nurwahida dengan muka riang.
Juraidin ALIRSYAD

Rabu, 06 Februari 2019

Keindahan bisa datang dari yang tak terduga


Tak bisa disangka ternyata limbah bekas sedotan dan ampas pensil dapat disulap
menjadi bunga mawar yang indah. Aku senang bisa membuat poster bunga mawar seperti ini, apalagi bahannya sangat mudah didapat, amat praktis, dan ekonomis. 
Tujuannku membuat poster bunga mawar ini supaya teman-temanku termotivasi untuk menyalurkan bakat yang mereka pendam, "siapa tau aja mereka nggak berani membuat karena mereka nggak ada yang contohin dan masih belum percaya diri". Mau tau nggak? ada hal yang menarik dari pembuatan poster ini, saya dapat juara satu loh dari sayembara poster yang diadakan oleh pengurus OSIS. Senang sekali rasanya, senaang banget !!!

Bagi yang mau tau, aku membuat poster bunga mawar ini satu hari loh, tidak ada kesulitan kok jika kita berani memulai dan sabar dalam membuatnya. Khusus bagi teman-temanku, semoga kalian bisa melahirkan poster-poster indah dan bermanfaat setelah ini. Prinsipnya kita jangan pernah menyerah dan jangan cepat merasa sudah berhasil. Ingat ya, selamat mencoba untuk melahirkan karya-karya yang indah...


Oleh Muti'ah Soliha X AK II

Dok;bunga mawar dari bekas sedotan dan ampas pensil, foto; Ardika


[11:30, 3/1/2019] Beryl Ak 1: Daun Mihrimah Anginpun meniup kencang daun-daunku Membawa rasa kesialan yang begitu indah Dahan-d...